© Copyright 2014 Duta Glory Community | Irwan Wicaksono | 085728802936 Psikologi Dan Bisnis - All Rights Reserved - http://www.dni.co.id

Ungkap Kepribadian dari Gaya Berjalan


Banyak cara untuk mengungkap kepribadian seseorang. Salah satu cara yang paling praktis dan mudah diamati adalah dari gaya berjalan. Anda bisa menebak kepribadian seseorang dengan hanya mengamatinya dari jauh. Ini adalah cara praktis yang membutuhkan keahlian, ketelitian dan kejelian. Hasil yang didapat, memang terkadang eror, sehingga perlu kroscek dengan alat ungkap kepribadian yang lain untuk dicompare (pembanding).
Karaktersitik kepribadian yang dapat diungkap melalui cara berjalan antara lain, posisi badan pada saat berjalan, posisi tangan, pandangan/sorot mata dan lain-lain.
Orang perfect
Cara berjalan cepat, padangan tertuju kedepan dan tidak menghiraukan keadaan disamping kiri atau kanan. Biasanya orang seperti ini adalah orang-orang yang dikejar-kejar waktu, sibuk dengan jadwal yang harus diikuti, dan kurang ada waktu untuk bercanda dijalan jika ketemu dengan teman atau kenalan.
Orang santai, tidak ada tekanan

KAREN HORNEY (Tokoh Psikologi Humanistik)



Karen Danielson dilahirkan di sebuah desa kecil tidak jauh dari Hamburg, sebelah utara Jerman. Ayahnya adalah seorang kapten kapal dengan berlatar belakang Norwegia, sedangkan ibunya adalah orang Belanda. Ny. Danielson berusia 17 tahun lebih muda dari suaminya dan wataknya sangat bertolak belakang dari suaminya. Ayah Horney adalah seorang yang taat beragama, bersifat menguasai dengan keras sekali, angkuh, sering murung, dan pendiam, sementara ibunya adalah seorang yang menarik, periang, dan berpikiran bebas. Ayahnya seringkali berada di laut dalam waktu lama, dan ketika berada di rumah, sifat menentang orangtua seringkali mengharuskannya untuk mengemukakan alasan-alasan.


Kita bisa melihat akar teori kepribadian Horney dari pengalaman masa kecilnya. Penulis biografi Horney, Jack Rubins, mencatat: “Teorinya merupakan hasil dari kepribadian dan lingkungan pergaulannya… yang disaring melalui kepribadiannya.” Hampir sepanjang masa kecil dan dewasanya, dia ragu jika orang tuanya, khususnya ayahnya, menginginkannya.

IVAN PETROVICH PAVLOV (Tokoh Fisiologi & Perintis Klasikal Conditioning)




Ivan Petrovich Pavlov adalah seorang fisiolog, psikolog, dan dokter Rusia. Ia dilahirkan 14 September 1849 di Rjasan sebuah desa kecil di Rusia tengah. Keluarganya mengharapkannya menjadi pendeta, sehingga ia bersekolah di Seminari Teologi. Setelah membaca Charles Darwin, ia menyadari bahwa ia lebih banyak peduli untuk pencarian ilmiah sehingga ia meninggalkan seminari ke Universitas St. Petersburg. Di sana ia belajar kimia dan fisiologi, dan menerima gelar doktor pada 1879. Ia melanjutkan studinya dan memulai risetnya sendiri dalam topik yang menariknya: sistem pencernaan dan peredaran darah. Karyanya pun terkenal, dan diangkat sebagai profesor fisiologi di Akademi Kedokteran Kekaisaran Rusia.


Ia sebenarnya bukanlah sarjana psikologi dan tidak mau disebut sebagai ahli psikologi, karena ia adalah seorang sarjana ilmu faal yang fanatik. Pavlov lebih tertarik pada fisiologi ketimbang psikologi. Ia melihat pada ilmu psikiatri yang masih baru saat itu sedikit meragukan. Namun ia sungguh-sungguh berpikir bahwa refleks terkondisi dapat menjelaskan perilaku orang gila. Sebagai contoh, ia mengusulkan, mereka yang menarik diri dari dunia bisa menghubungkan semua rangsangan dengan luka atau ancaman yang mungkin. Gagasannya memainkan peran besar dalam teori psikologi behavioris, diperkenalkan oleh John Watson sekitar 1913.

Sindrom Stockholm: Bertahan di Hubungan Yang Penuh Kekerasan


Seberapa sering Anda mendengar adanya kekerasan dalam hubungan romantis seperti hubungan pacaran atau hubungan rumah tangga namun korban masih bertahan di dalamnya? Pernahkah Anda mencoba membantu korban untuk keluar dari situasi tersebut namun ia marah, menolak, dan malah memutuskan hubungan dengan Anda? Kondisi psikologis dimana korban merasa simpati pada pelaku kekerasan (abuser) atau pelaku yang memegang kendali utama (controller) dalam sebuah hubungan, bahkan mencintai, mendukung, dan membela pelaku, bernama Sindrom Stockholm.
Asal mula kata Sindrom Stockholm ini berasal pada tanggal 23 Agustus 1973 dimana dua orang bersenjata mesin memasuki sebuah bank di Stockholm. Sambil mengacungkan senjata, salah satu penjahat yang baru keluar dari penjara—Jan-Erik Olsson meneriakkan, “Pesta sudah dimulai!” Dua pembobol bank itu menyandera empat korban (tiga perempuan dan satu laki-laki) yang diikat bom pada tubuhnya.
Setelah diselamatkan, para korban menunjukkan sikap yang berbeda setelah diancam, disiksa, atau ditakut-takuti selama lima hari. Dalam media, mereka menunjukkan bahwa mereka mendukung para penyandera dan takut kepada para polisi yang menolong mereka.

Gangguan Obsesif Kompulsif (Obsessive Compulsive Disorder /OCD)



Penyakit Obsesif-Kompulsif ditandai dengan adanya obsesi dan kompulsi. Obsesi adalah gagasan, khayalan atau dorongan yang berulang, tidak diinginkan dan mengganggu, yang tampaknya konyol, aneh atau menakutkan. Kompulsi adalah desakan atau paksaan untuk melakukan sesuatu yang akan meringankan rasa tidak nyaman akibat obsesi.
Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD) adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang menjadi obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat kecemasannya. Gangguan obsesif-kompulsif merupakan gangguan kecemasan dimana dalam kehidupan individu didominasi oleh repetatif pikiran-pikiran (obsesi) yang ditindaklanjuti dengan perbuatan secara berulang-ulang (kompulsi) untuk menurunkan kecemasannya.

Manifestasi Hukum Belajar Throndike dan Classical Coditioning di Kehidupan Sehari-hari




1.      The law of effect, hubungan stimulus-respons akan semakin kuat, jika akibat yang ditimbulkan memuaskan. Sebaliknya, hubungan itu akan semakin lemah, jika yang dihasilkan tidak memuaskan. Maksudnya, suatu perbuatan yang diikuti dengan akibat yang menyenangkan akan cenderung untuk diulang. Tetapi jika akibatnya tidak menyenangkan, akan cenderung ditinggalkan atau dihentikan. Hubungan ini erat kaitannya dengan pemberian hadiah (reward) dan sanksi (punishment).
                                            Contoh :
a.       Seorang anak belajar dengan giat jauh-jauh hari sebelum ujian, dan setelah ujian si anak dapat mengerjakan soal dengan baik dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Dengan hasil tersebut maka si anak akan mengulang perilaku belajar yang baik tersebut karena si anak merasa mendapat imbalan yang berarti.
b.      Misalkan, seorang murid dapat menjawab sebuah pertanyaan dari guru, lalu guru memberikan pujian kepada murid. Maka murid akan cenderung belajar lebih giat lagi agar dapat menjawab pertanyaan dari guru dan meningkatkan pretasi belajarnya.

2.      The law of exercise, hukum ini dibagi menjadi dua, yaitu hukum penggunaan (the law of use), dan hukum bukan penggunaan (the law of disuse). Hukum penggunaan menyatakan bahwa dengan latihan berulang-ulang, hubungan stimulus dan respons akan makin kuat. Sedangkan hukum bukan penggunaan menyatakan bahwa hubungan antara stimulus dan respons akan semakin melemah jika latihan dihentikan.
Contoh ;
a.       Bila seorang anak belajar kimia dan menghafal terus menerus rumus kimia. Dan pada saat si anak mendapat pertanyaan dari guru maupun menghadapi ujian si anak dapat menjawab dengan benar. Artinya si anak melakukan respon yang benar, ddengan terus menerus berlatih dia dapat menjawab dan mengerjakan soal dengan baik.
b.      Seorang anak selalu mendapat peringkat terendah dalam beberapa semester terakhir. Namun dalam semester berikutnya si anak terus menerus belajar dan belajar. Dan akhirnya saat pengumuman hasil semester si anak mendapat hasil yang memuaskan dan prestasinya meningkat tajam.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa prinsip utama belajar adalah pengulangan. Makin sering suatu pelajaran diulang, akan semakin banyak yang dikuasainya. Sebaliknya, semakin tidak pernah diulang, pelajaran semakin sulit untuk dikuasai.

Lucid Dream



Pada tahun 2010, bioskop Indonesia sempat dihadiri oleh film karya Christoper Nolan yang berjudul Inception. Singkatnya, film ini bercerita tentang Dom Cobb yang mencoba mengambil informasi dengan cara masuk ke dalam alam mimpi dan menginsepsi pikiran korbannya. Untuk bisa masuk dan menginsepsi, tentunya Dom Cobb harus sadar ia bermimpi. Tapi apakah betul manusia bisa sadar saat ia sedang bermimpi?
Dalam psikologi, nyatanya ada beberapa individu yang menyadari bahwa ia tahu ia sedang bermimpi. Aktivitas mental seperti ini dinamakan lucid dream. Lucid dream dapat terjadi melalui dua cara: dream-initiated lucid dream (DILD) yaitu saat manusia mengalami mimpi seperti biasa kemudian ia menyadari bahwa ia sedang bermimpi dan wake-initiated lucid dream (WILD) yaitu manusia sadar ia bermimpi semenjak ia dalam fase bangun hingga di alam mimpi. Inception adalah contoh dari WILD ini.
Konsep yang dikemukakan Frederik van Eden tentang individu mengontrol mimpi tersebut memang bertolak belakang dengan pandangan umum. Selama ini, penelitian menunjukan bahwa mimpi merupakan sebuah pengalaman mental orang yang sedang tidur yang terjadi begitu saja dan tanpa tujuan (Domhooff, 1996). Mimpi dilihat sebagai hal yang misterius, pasif, dan aktivitas mental yang diproduksi oleh bagian otak yang mengatur tentang tidur (Flanaga, 2000; Hobson, 2002; Windt & Metzinger, 2007). Selain itu, para pemimpi dilihat memiliki kemampuan yang sangat kecil bahkan tidak ada sama sekali untuk mengendalikan kejadian-kejadian yang terjadi saat mimpi. Hobson’s (2002) menjelaskan—“secara normal kita kehilangan … kesadaran merefleksi diri; kita tidak sadar dimana kita berada; kita tidak dapat mengendalikan pikiran-pikiran kita; dan kita tidak bisa melakukan penilaian kritis” (hal 141)— secara eksplisit mengasumsikan bahwa sebagai besar orang dewasa mengalami pengalaman mimpi tanpa sadar bermimpi tersebut. Maka, eksistensi lucid dream, adalah dimana individu sadar bahwa ia sedang bermimpi dan mampu mengendalikan tindakan di dalam mimpi.

Sejarah dan Defenisi Psikologi Sosial



Defenisi
Menurut Gordon Allport (1985), psikologi social adalah ilmu pengetahuan yang berusaha memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan tingkah laku seseorang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain, baik secara:
  1. secara nyata atau actual 
  2. dalam bayangan atau imajinasi 
  3. dalam kehadiran yang tidak langsung (implied)
Menurut David O Sears (1994), psikologi social adalah ilmu yang berusaha secara sistematis untuk memahami perilaku social, mengenai:
  1. bagaimana kita mengamati orang lain dan situasi social 
  2. bagaimana orang lain bereaksi terhadap kita 
  3. bagaimana kita dipengaruhi oleh situasi social
Menurut Sherif & Musfer (1956), psikologi social adalah ilmu tentang pengalaman dan perilaku individu dalam kaitannya dengan situasi stimulus social. Dalam defenisi ini, stimulus social diartikan bukan hanya manusia, tetapi juga benda-benda dan hal-hal lain yang diberi makna social.

ALFRED ADLER (Tokoh Psikologi Humanistik)




Adler merupakan anak kedua daripada 6 adik-beradik. Beliau mempunyai seorang abang yang bernama Sigmund. Semenjak dari kecil, Adler sering dibanding-bandingkan dengan abiliti abang sulungnya. Adler berasa cemburu dengan abangnya yang sentiasa dibanggakan dalam pencapaian prestasi. Lagipula, Adler tidak mampu untuk bergiat aktif sepertimana kakaknya, Sigmund karena beliau telah didiagnosa menghidap penyakit Pneumonia ketika berumur baru 5 tahun. Lebih menyedihkan, doktor pula mengesahkan penyakit Adler adalah kronik dan sukar dirawat.
Menurut Adler, masalah dalam kehidupan selalu bersifat sosial. Fungsi yang sehat bukan hanya mencintai dan bekerja, melainkan merasakan kebersamaan dengan orang lain dan mempedulikan kesehjateraan mereka. Beberapa prinsip penting dalam teori Adler adalah sebagai berikut:
1. Setiap orang berjuang untuk mencapai superioritas atau kompetensi personal
2. Setiap orang mengembangkan gaya hidup dan rencana hidup yang sebagian disadar atau direncanakan dan sebagian tidak disadari.
a. Gaya hidup seseorang mengindikasikan pendekatan yang konsisten pada banyak situasi.
b. Rencana hidup dikembangkan berdasarkan pilihan seseorang dan mengarah pada tujuan yang diperjuangkan seseorang untuk dicapai
3. Kualitas kepribadian yang sehat adalah kapasitas untuk mencapai “fellow feeling” atau Gemeinschaftgefuhli, yang fokus pada kesehjateraan orang lain. Adler menyebunya minat sosial.
4. Ego merupakan bagian dari jiwa yang kreatif. Menciptakan realitas baru melalui proses menyusun tujuan dan membawanya pada suatu hasil, disebut dengan fictional goals.

JEAN PIAGET (Tokoh Psikologi Perkembangan Kognitif)



Jean Piaget, seorang psikolog dan pendidik berkebangsaan Swiss, terkenal karena teori perkembangan kognitifnya. Jean Piaget lahir pada 9 Agustus 1896 di Neuchatel, Swiss. Ia adalah anak seorang sejarawan. Masa kanak-kanak Jean Piaget banyak dipengaruhi oleh apa yang ia lihat pada ayahnya, seorang pria yang berdedikasi pada penelitian dan pekerjaannya. Karenanya, sejak kanak-kanak dia sangat suka belajar, terutama dalam hal ilmu pengetahuan alam. Saat dia berumur sebelas tahun, tulisannya tentang burung gereja "albino` diterbitkan -- yang pertama dari ratusan artikel dan lebih dari lima puluh buku. Beberapa kali, saat memberikan karyanya untuk diterbitkan dalam berbagai redaksi majalah, Piaget dipaksa untuk merahasiakan usianya yang masih muda. Banyak editor menganggap penulis muda tidak memiliki kredibilitas.
Apa yang dilakukannya untuk membantu mengategorikan koleksi museum zoologi Neuchatel, menginspirasi penelitiannya terhadap kerang-kerangan. Salah satu artikelnya, yang ia tulis saat berumur lima belas tahun, membuatnya ditawari sebuah pekerjaan di museum zoologi di Jenewa, Swiss; ia menolak tawaran itu untuk melanjutkan pendidikannya. Ia menyelesaikan pendidikan ilmu pengetahuan alam di Universitas Neuchatel pada 1916 dan mendapat gelar doktoral untuk penelitian atas kerang-kerangan pada 1918.

ERICH FROMM (Teori Psikologi Sosial)

Lahir pada tanggal 23 Maret 1900. Ia belajar psikologi dan sosiologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan Munich. Setelah memperoleh gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922, ia belajar psikoanalisis di Munich dan pada Institut psikoanalisis Berlin yang terkenal waktu itu. Tahun 1933 ia pindah ke Amerika Serikat dan mengajar di Institut psikoanalisis Chicago dan melakukan praktik privat di New York City. Ia pernah mengajar pada sejumlah universitas dan institut di negara ini dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.
Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan-tulisan Karl Marx, terutama oleh karyanya yang pertama, The economic philosophical manuscripts yang ditulis pada tahun 1944. Tema dasar ulisan Fromm adalah orang yang merasa kesepian dan terisolasi karena ia dipisahkan dri alam dan orang-orang lain. Kedaan isolasi ini tidak ditemukan dalam semua spesies binatang, itu adalah situasi khas manusia. Berikut ini kita akan mengulas lebih dalam mengenai teori-teori Fromm.
TEORI KEPRIBADIAN ERICH FROMM
Sebelum mengulas tentang teori kepribadian dari Fromm, beberapa pengalaman mempengaruhi pandangan Fromm, antara lain pada umur 12 tahun ia menyaksikan seorang wanita cantik dan berbakat, sahabat keluarganya, bunuh diri. Fromm sangat terguncang karena kejadian itu. Tidak ada seorang yang memahami mengapa wanita tersebut memilih bunuh diri. Ia juga mengalami sebagai anak dari orangtua yang neurotis. Ia hidup dalam satu rumah tangga yang penuh ketegangan. Ayahnya seringkali murung, cemas, dan muram. Ibunya mudah menderita depresi hebat. Tampak bahwa Fromm tidak dikelilingi pribadi-pribadi yang sehat. Karena itu, masa kanak-kanaknya merupakan suatu laboratorium yang hidup bagi observasi terhadap tingkah laku neurotis. Peristiwa ketiga adalah pada umur 14 tahun Fromm melihat irrasionalitas melanda tanah airnya, Jerman, tepatnya ketika pecah perang dunia pertama. Dia menyaksikan bahwa orang Jerman terperosok ke dalam suatu fanatisme sempit dan histeris dan tergila-gila. Teman-teman dan kenalan-kenalannya terpengaruh. Seorang guru yang sangat ia kagumi menjadi seorang fanatik yang haus darah. Banyak saudara dan teman-temannya yang meninggal di parit-parit perlindungan. Ia heran mengapa orang yang baik dan bijaksana tiba-tiba menjadi gila. Dari pengalaman-pengalaman yang membingungkan ini, Fromm mengembangkan keinginan untuk memahami kodrat dan sumber tingkah laku irasional. Dia menduga hal itu adalah pengaruh dari kekuatan sosio-ekonomis, politis, dan historis secara besar-besaran yang mempengaruhi kodrat kepribadian manusia.

John Dewey (Tokoh Aliran Pragmatisme)




John Dewey adalah seorang filsuf dari Amerika Serikat, yang termasuk Mazhab Pragmatisme. Selain sebagai filsuf, Dewey juga dikenal sebagai kritikus sosial dan pemikir dalam bidang pendidikan.
Dewey dilahirkan di Burlington pada tahun 1859. Setelah menyelesaikan studinya di Baltimore, ia menjadi guru besar dalam bidang filsafat dan kemudian dalam bidang pendidikan pada beberapa universitas Sepanjang kariernya, Dewey menghasilkan 40 buku dan lebih dari 700-an artikel. Dewey meninggal dunia pada tahun 1952.
Dari tahun 1884 sampai 1888, Dewey mengajar pada Universitas Michigan dalam bidang filsafat. Tahun 1889 ia pindah ke Universitas Minnesota. Akan tetapi pada akhir tahun yang sama, ia pindah ke Universitas Michigan dan menjadi kepala bidang filsafat. Tugas ini dijalankan sampai tahun 1894, ketika ia pindah ke Universitas Chicago yang membawa banyak pengaruh pada pandangan-pandangannya tentang pendidikan sekolah di kemudian hari. Ia menjabat sebagai pemimpin departemen filsafat dari tahun 1894-1904 di universitas ini. Ia kemudian mendirikan Laboratory School yang kelak dikenal dengan nama The Dewey School. Di pusat penelitian ini ia pun memulai penelitiannya mengenai pendidikan di sekolah-sekolah dan mencoba menerapkan teori pendidikannya dalam praksis sekolah-sekolah. Hasilnya, ia meninggalkan pola dan proses pendidikan tradisional yang mengandalkan kemampuan mendengar dan menghafal. Sebagai ganti, ia menekankan pentingnya kreativitas dan keterlibatan murid dalam diskusi dan pemecahan masalah. Selama periode ini pula ia perlahan-lahan meninggalkan gaya pemikiran idealisme yang telah mempengaruhinya. Jadi selain menekuni pendidikan, ia juga menukuni bidang logika, psikologi dan etika.

Albert Bandura (Tokoh Pembelajaran Sosial)


Albert Bandura lahir di Mudane Kanada, 4 Desember 1925. Dia adalah seorang psikolog. Ia menerima gelar sarjana muda di bidang psikologi University of British of Columbia pada tahun 1949. Kemudian dia masuk University of Iowa, tempat di mana dia meraih gelar Ph.D tahun 1952. Baru setelah itu dia menjadi sangat berpengaruh dalam tradisi behavioris dan teori pembelajaran.
Tahun 1953, dia mulai mengajar di Standford University. Di sini, dia kemudian bekerja sama dengan salah seorang anak didiknya, Richard Walters. Buku pertama hasil kerja sama mereka berjudul Adolescent Aggression terbit tahun 1959. Bandura menjadi presiden APA tahun 1973, dan menerima APA Award atas jasa-jasanya dalam Distinguished Scientific Contributions tahun 1980.
Teori-teori Albert Bandura banyak di aplikasikan dalam bidang pendidikan terutama pada pembelajaran sosial (social learning theory). Teori pembelajaran sosial ini pada awalnya dinamakan sebagai “Teori Sosial Kognitif” oleh Bandura sendiri (Moore, 2002). Teori pembelajaran sosial menyatakan bahwa faktor-faktor sosial, kognitif dan tingkah laku memainkan peranan penting dalam pembelajaran (Santrock, 2001). Faktor kognitif akan mempengaruhi wawasan pelajar tentang pemahaman; sementara faktor sosial, termasuk perhatian pelajar tentang tingkah laku dan imitasi ibu bapaknya, akan mempengaruhi tingkah laku pelajar tersebut.

sumber : http://www.psychologymania.com/


MEMORI



Disusun oleh: Judithia A. Wirawan, Psi., Msi.


Dalam lingkup ilmu Psikologi, ada beberapa teori mengenai Memori yang dikemukakan oleh para ahli. Di bawah ini akan dibahas beberapa dari teori-teori tersebut.


ASSOCIATION MODEL (MODEL ASOSIASI)


 


Teori awal mengenai Memori dikenal sebagai Association Model (Model Asosiasi). Menurut model ini, memori merupakan hasil dari koneksi mental antara ide dengan konsep. Tokoh yang terkenal mendukung teori ini antara lain adalah Ebbinghaus yang melakukan beberapa penelitian, antara lain mengenai fungsi lupa serta savings


 



COGNITIVE MODEL (MODEL KOGNITIF)


 


Cognitive Model (Model Kognitif) mengatakan bahwa Memori merupakan bagian dari information processing. Teori ini mencoba menjelaskan bahwa manusia memiliki tiga macam Memori sebagai berikut:


  • Memori Sensoris: Memori Sensoris didefinisikan sebagai ”momentary lingering of sensory information after a stimulus is removed.” Diterjemahkan secara bebas, kalimat di atas bermakna bahwa Memori Sensoris adalah informasi sensoris yang masih tersisa sesaat setelah stimulus diambil. Tidak semua informasi yang tercatat dalam Memori Sensoris akan disimpan lebih lanjut ke Memori Jangka Pendek atau Jangka Panjang, karena manusia akan melakukan proses selective attention, yaitu memilih informasi mana yang akan diproses lebih lanjut.

PSIKOLOGI FAAL


Psikologi sebagai bagian dari ilmu faal muncul pada abad 19 seiring dengan kemajuan ilmu alam (natural science) . Pada fase ini pemikiran tentang manusia terus berkembang dan banyak dilakukan eksplorasi fisiologis manusia secara empiris. Konteks keilmuan abad 19:

— Riset empirik yang banyak dilakukan pada bidang fisiologis mencakup: aktivitas syaraf, sensasi/penginderaan, dan fisiologis otak. Hasil riset pada ketiga bidang ini sangat signifikan membuka wawasan mengenai manusia sehingga memperkuat pandangan para ilmuwan saat itu akan pentingnya strategi empiris yang sistematis dalam setiap bidang keilmuan.

— Bagi psikologi hasil-hasil ini memberi jalan untuk membangun dasar fisiologis bagi operasi-operasi mental. Penting untuk memahami secara logis dan empiris mengenai aktivitas mental itu sendiri

— Menjelaskan posisi ilmu psikologi modern yang dekat dengan bidang kedokteran dan psikiatri.

Francis Bacon (1561-1626), menganjurkan metode induktif sebagai metode utama dalam science karena berangkat dari hasil observasi terhadap sesuatu yang nyata. Dengan demikian ia menantang pendapat Aristoteles dan the Scholastic bahwa metode deduktif – induktif sama kuatnya. Dalam konteks seperti di ataslah dikatakan bahwa Bacon ‘tidak setuju’ dengan rasionalisme yang spekulatif, meskipun idenya sendiri juga sangat rasional. Dengan kembali pada fakta yang nyata, Bacon berharap science dapat terbebas dari prinsip-prinsip yang spekulatif namun selama ini sangat kuat dipegang. Ada 3 pergerakan utama di bidang science yang mempengaruhi berdirinya psikologi sebagai ilmu mandiri dan bagaiamana perkembangan disiplin ilmu itu di abad 20 :

1. Fisiologis: Kemajuan-kemajuan di bidang fisiologis, meliputi riset-riset di bidang aktivitas syaraf , sensasi, dan otak yang memberi dasar empiris bagi fungsi-fungsi yang sebelumnya dianggap fungsi dari soul (jiwa), yang juga sebelumnya dianggap sangat abstrak.

Meditasi (Part 2) - Body and Mind

Meditasi merupakan salah satu teknik ‘menyehatkan pikiran’ atau mengolah batin yang memiliki tujuan tertentu untuk setiap individu, entah itu untuk menggali rasa cinta kasih, mengendalikan pikiran dan emosi, pemusatan pikiran (konsentrasi) untuk mendapatkan ketenangan, serta tujuan lainnya. Meskipun meditasi terdengar ‘sangat buddhist’, sebenarnya meditasi juga dilakukan oleh berbagai macam kepercayaan sejak ribuan tahun lalu. Teknik meditasi pun berbeda-beda, ada yang berupa pemusatan pikiran, ada yang mengamati sensasi tubuh, ada juga yang lebih luas yaitu, dengan mengamati seluruh objek yang dirasakan panca indera.

Mengapa meditasi bisa membuat kita lebih sehat? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu membahas mengenai hubungan tubuh dan batin. Kajian tubuh dan batin (mind-body) telah lama diperdebatkan para filsuf sejak jaman Plato. Apakah tubuh merupakan suatu entitas terpisah dari batin (pikiran)? Atau mereka saling berhubungan satu dengan yang lainnya? Mari kita telusuri bersama-sama.

Meditasi (Part 1) – Kesadaran dalam Pencapaian Kebahagiaan

Meditasi (Part 1) – Kesadaran dalam Pencapaian Kebahagiaan
“Sebagai manusia kita menderita karena tidak mendapatkan apa yang kita inginkan dan tidak bisa mempertahankan apa yang sudah kita miliki” – Kalu Rinpoche
Saya tidak bahagia. Mungkin pernyataan tersebut yang membawa saya mengikuti pelatihan meditasi selama 7 hari di Vihara Mendut. Berangkat seorang diri dari Jakarta dengan segudang harapan untuk menemukan kunci jawaban atas pertanyaan yang bergelut di pikiran saya. Apa tujuan hidup saya? Apakah yang bisa saya lakukan dengan emosi negatif yang menganggu dan terus muncul? Amarah dan rasa takut yang tidak bisa saya jelaskan.
Sebelum membahas lebih dalam, meditasi adalah salah satu cara untuk menggali faktor positif dalam diri seseorang. Dalam pencapaian kebahagiaan, meditasi bisa digunakan sebagai alat untuk menyadari dinamika emosi dan pikiran yang dialami manusia.
Ketika saya pertama bermeditasi, saya dibimbing oleh Pak Hudoyo. Instruksinya sangat sederhana: amati pikiran Anda, sadari ke enam indera – penciuman, penglihatan, peraba, pengecap, pendengaran, dan batin. Ia juga menekankan bahwa selama meditasi jangan mengharapkan apapun, jangan mengharap menemukan jawaban, jangan mengharap memperoleh pencerahan, amati saja semua pikiran yang muncul di dalam batin. Kala itu, saya sudah menyiapkan cangkir kosong saya untuk diisi air, saya tinggalkan semua harapan dan pencarian. Saya biarkan Pak Hudoyo mengisi cangkir saya dengan pengalaman baru.

Mengetahui Kepribadian Dari Lubang Hidung

Lubang hidung bisa menunjukkan karakter dan kepribadian seseorang. Anda termasuk tipe boros, makmur, atau kepuasan, simak gambar dan informasi berikut:

Bentuk ini mengindikasikan Anda memiliki kemauan yang kuat dan merasa sulit menerima nasihat orang lain.




Jika Anda menghadapi persoalan-persoalan yang tidak Anda harapkan, mungkin Anda meninggalkan apa yang sedang Anda kerjakan jika Anda tidak setuju dengan orang lain.
Namun demikian, Anda benar-benar memiliki hati dermawan dan mendekati pekerjaan Anda dengan penuh semangat.
Anda tidak pernah kaya tetapi Anda akan memiliki banyak teman dan rekan kerja yang setia

Mengetahui Kepribadian Dari Letak Tahi Lalat

Pelipis kanan
Menandakan Anda seorang yang pandai menyimpan rahasia. Bagi Anda, rahasia yang Anda pegang pantang dibocorkan pada pihak lain.
Pelipis kiri
Anda punya jiwa sosial yang oke. Hati Anda mudah trenyuh melihat penderitaan orang lain. Saking dermawannya, terkadang Anda rela memberi lembaran uang Anda satu-satunya kepada orang lain yang dianggap lebih butuh.
Dahi kanan
Anda orang yang pandai bergaul. Di tempatkan di lingkungan sosial mana pun, dipastikan Anda tidak bakalan susah. Kelebihan lain, Anda pribadi yang senang bertualang.
Dahi kiri
Anda tipikal pemikir. Otak Anda termasuk encer. Motto hidup Anda, tidak ada masalah yang tak ada jalan ke luarnya.

Fakta Ilmu Pengetahuan

1. Anda bisa menghipnotis ayam
Seekor ayam dapat dihipnotis, atau di tidak-sadarkan dengan menahan kepalanya ke arah bawah, dan terus-menerus gambarkan sebuah garis sepanjang permukaan di bawah dengan sebuah tongkat atau jari, dimulai dari paruhnya dan lalu dilanjutkan lurus ke arah depan ayam.
Jika Ayam terhipnotis dengan cara ini, ayam tsb akan tetap diam untuk waktu 15-30 menit, terus-menerus melihat garis itu.

2. Anda bisa ber-ereksi saat meninggal

Sebuat ereksi di saat kematian (Angel Lust) adalah sebuah istilah untuk sebuah ereksi yang muncul saat seorang pria meninggal secara vertikal atau muka menghadap ke bawah. Selama hidup, pemompaan darah oleh jantung menjamin distribusi darah sekitar pembuluh darah dari tubuh manusia. Pada saat mekanisme ini telah berakhir, hanya kekuatan gravitasi yang memperngaruhi peredaran darah. Darah menumpuk pada titik terendah dari tubuh dan menyebabkan munculnya pembengkakan. Tahu kah anda titik terendah dari tubuh manusia ketika meninggal secara vertikal atau muka menghadap ke bawah?

Membuat Anak Jenius


Kemampuan matematika, musik atau cara berbicara dianggap sebagai bakat bawaan atau biologis dalam gen manusia. Tapi hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena bakat bisa diperoleh dengan latihan.

David Shenk, seorang penulis Amerika di bidang genetika, meminta orang untuk berpikir lagi jika mengatakan bakat atau kejeniusan seseorang berasal sepenuhnya dari gen alias keturunan.
Menurutnya, kecenderungan untuk mengatakan kemampuan tersebut adalah genetik (predisposisi) telah sangat dilebih-lebihkan. Pandangan ini menyebabkan terabaikannya potensi yang dimiliki dalam diri seseorang.
“Ada kesalahpahaman yang mendalam tentang sebuah prestasi besar. Gen tidak membatasi kita untuk biasa-biasa saja atau lebih buruk dari itu,” kata David Shenk.
Dalam buku barunya The Genius in All of Us, yang menggambarkan perbandingan dengan karya sosiolog pop Kanada Malcolm Gladwell, Shenk menggambarkan bahwa DNA manusia terbuka untuk terus-menerus dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal.
Alam dan pemeliharaannya secara konstan berinteraksi, sama halnya dengan gen yang dapat diaktifkan atau dinon-aktifkan atau diungkapkan ke derajat yang berbeda-beda, tergantung pada lingkungannya.

25 CIRI ANAK BERBAKAT


1. Membaca pada usia yang relatif lebih muda
2. Membaca lebih cepat dan lebih banyak
3. Memiliki perbendaharaan kata yang luas
4. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
5. Mempunyai minat yang luas, juga pada persoalan “ dewasa “
6. Mempunyai inisiatif,dapat bekerja sendiri
7. Menujukkan keaslian ( orisinalitas ) dalam ungkapan verbal
8. Memberi berbagai jawaban yang baik
9. Bisa memberikan banyak gagasan
10. Luwes dalam berfikir
11. Terbuka terhadap rangsangan-rangsangan dari lingkungan
12. Memilki pengamatan yang tajam
13. Bisa berkonsentrasi untuk jangka panjang, terutama terhadap tugas atau
bidang yang diminati
14. Berfikir kritis, juga terhadap diri sendiri
15. Senang mencoba hal-hal baru

PERBEDAAN BAKAT DENGAN MINAT


Perlu hati-hati bahwa BAKAT tidak selalu identik dengan MINAT. BAKAT yang tidak disertai dengan MINAT,maupun MINAT yang tidak disertai dengan BAKAT akan menimbulkan GAP. Bila orang tua tidak cukup cermat dengan hal ini,akan berdampak buruk bagi anak.
(kumpulan tulisan "Perilaku anak usia dini kasus dan pemecahannya", Kanisius Yogyakarta,2003,hal.16)

BAKAT
1. Inherent
2. Natural
3. Lepas dari aspek suka atau tidak suka
4. Tidak mudah berubah dan permanen
5. Aspek genetik lebih dominan

MINAT
1. Lingkungan
2. Nurtural
3. Orientasi pada hobi/kesukaan semata
4. Mudah berubah sesuai dengan tren

Mengenal Gelombang Otak Kita


Brainwave management adalah adalah suatu konsep keterampilan untuk mengatur gelombang otak manusia yang paling sesuai dengan aktivitasnya sehingga bisa mencapai hasil yang optimal.
Bila direkam dengan alat perekam gelombang otak, EEG (Elektroensefalogram), otak memancarkan gelombang sesuai kondisi jiwa seseorang. Gelombang otak tersebut dibagi menjadi :
1. Beta ( 14 - 100 Hz).
dalam frekuensi ini seseorang sedang dalam kondiisi terjaga atau sadar penuh dan didominasi oleh logika. Saat seseorang berada di gelombang ini, otak (kiri) sedang aktif digunakan untuk berpikir, konsentrasi, dan sebagainya. Sehingga gelombangnya meninggi. gelombang tinggi ini merangsang otak mengeluarkan hormon kortisol dan norepinefrin yang menyebabkan cemas, khawatir, marah, dan stress. Akibat buruknya, beberapa gangguan penyakit mudah datang jika kita terlalu aktif di gelombang ini.