© Copyright 2014 Duta Glory Community | Irwan Wicaksono | 085728802936 Psikologi Dan Bisnis - All Rights Reserved - http://www.dni.co.id

Gangguan Somatoform

Somatoform merupakan keluahan atau simtom fisik atau disfungsi fisk, yang tidak ada dasar fisiologisnya.



Ada lima macam gangguan somatoform yaitu;
  Konversi
·         Gangguan somatisasi
·         Gangguan rasa sakit somatoform
·         Gangguan badan dismorfik
·         Hipokondriasis

1.       Konversi
Fungsi dari alat indera terganggu meskipun aparat neuromaskuler baik.

Simtom:
Kelumpuhan total atau sebagian lengan atau kaki.  Gangguan koordinasi, serangan tiba-tiba
Ø  Anestia : kehilangan fungsi atau gangguan indera
Ø  Parastenia : ada rasa ditusuk-tusuk, kesemutan pada kulit
Ø  Analgesia : ketidak sensitifan terhadap rasa sakit
Ø  Buta total atau sebagian, atau pengelihatan sangat terbatas
Ø  Afonia : kehilangan suara, hanya dapat berbisik
Ø  Kehamilan palsu
Gangguan terjadi biasanya karena ada situasi yang menekan. Keadaan ini dapat membuat penderita menghindari tanggung jawab atau akan mendapat perhatian (secondary again)

2.       Gangguan Somatisasi
Keluhan biasanya pada penderita adalah sakit kepala. Lelah, alergi, sakit perut, dada dan punggung, gangguan yang berhubungan dengan kelamin, jantung berdebar dan sering juga terjadi simtom konversi, kesulitan menstruasi dan ketidakpedulian seksual.

Gangguan somatisasi biasanya dimulai pada masa-masa remaja. Dan penderita lebih banyak ditemukan pada wanita daripada pria.
Gangguan ini terjadi seumur hidup

3.       Gangguan Sakit yang Somatoform
Penderita merasakan sakit yang tidak berhubungan dengan patologi organik, meskipun telah diperiksa secara intensif.

Rasa sakit mungkin mempunyai hubungan dengan beberapa konflik atau stress, yang memungkinkan individu untuk menghindari aktivitas yan g dibenci. Dapat mendapatkan atensi dan simpati.

4.       Gangguan Disformik
Orang yang dipenuhi bayangan yang berlebihan. Bahwa penampilannya rusak, merasa banyak kerut dimukanya. Merasa banyak bulu yang berlebihan di badannya, atau merasa memiliki hidung yang jelek, dll.

5.       Hipokondriasis
Ketakutan mempunyai penyakit yang serius, merasa detak jantung yang tidak normal, perut sakit berpeluh dan sebagainya.

Penanganan Dan Terapi Untuk Gangguan Kecemasan






1.    Obat penenang, contohnya antidepressant, antihistamines, Benzodiazepines. Efek samping pemberian obat dalam jangka panjang yaitu ketergantungan dan gangguan saraf.

2.   Teknik relaksasi yang sistematis pada bagian tubuh, seperti meditasi dan yoga.

3.  Cognitive behavioral therapy
Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah suatu pendekatan psikoterapi dengan bicara. CBT bertujuan untuk memecahkan masalah tentang disfungsional emosi, perilaku dan kognisi melalui prosedur yang berorientasi, dan sistematis di masa sekarang. membantu pasien mengenali pikiran yang berkontribusi pada kecemasan. Cara ini biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

Beberapa dokter dan peneliti lebih berorientasi kognitif (misalnya restrukturisasi kognitif), sementara yang lain lebih berorientasi perilaku (dalam terapi pemaparan in vivo). Intervensi lain mengkombinasikan keduanya (terapi eksposur misalnya imaginal). CBT ini terutama dikembangkan melalui integrasi dari terapi perilaku dengan terapi kognitif. Sementara berakar pada teori yang agak berbeda, kedua tradisi menemukan landasan bersama dalam memfokuskan pada "di sini dan sekarang", dan mengurangi gejala pada program pengobatan Banyak CBT untuk gangguan tertentu telah dievaluasi untuk keberhasilan;. Tren kesehatan dari pengobatan berbasis bukti, di mana perawatan spesifik untuk diagnosis berdasarkan gejala disarankan, telah disukai CBT atas pendekatan lain seperti perawatan psikodinamik. Di Inggris, Institut Nasional untuk Kesehatan danClinical Excellence (NICE) merekomendasikan CBT sebagai pengobatan pilihan bagi sejumlah masalah kesehatan mental, termasuk gangguan stres pasca trauma, OCD, bulimia nervosa, dan depresi klinis.

4.   Emotional Freedom Technique. Sebuah terapi memanfaatkan energy dalam tubuh dengan cara menstimulasi pada titik-titik meridian tubuh untuk memperbaiki aliran energy tubuh.Emotional Freedom Technique (EFT) adalah sebuah terapi psikologi praktis yang dapat menangani banyak penyakit, baik itu penyakit fisik dan penyakit psikologis (masalah pikiran dan perasaan). Dapat dikatakan EFT adalah versi psikologi dari terapi akupunktur yang menggunakan jarum.EFT tidak menggunakan jarum, melainkan dengan menyelaraskan sistem energi tubuh pada titik-titik meridian di tubuh Anda, dengan cara mengetuk (tapping) dengan ujung jari.Cara ini merupakan cara yang efektif dan cepat untuk mengatasi tidak hanya kecemasan, tapi juga masalah emosional lainnya.

Gary Craig, sang penemu EFT tidak mengklaim bahwa EFT itu sempurna. Tetapi pada banyak kasus, EFT bekerja sangat cepat dan dengan hasil spektakuler. EFT sering kali berhasil menyembuhkan dimana teknik lainnya tidak sanggup.
Beberapa masalah yang bisa diselesaikan dengan EFT antara lain: Kecemasan, Kemarahan, Compulsive Behavior, Panic disorder, Kecanduan (rokok atau obat-obatan), Stress dan Depresi, Trauma, Ketakutan dan Phobia (ketinggian, binatang, atau benda tertentu), Kecemasan di tempat umum, Ketakutan berbicara di depan umum, Sakit Kepala / Migren, Menghilangkan keyakinan negatif, Perasaan malu / bersalah, Insomnia, Kekecewaan atau sakit hati, Peak Performance, Masalah seksual, Masalah pada anak atau wanita, Kanker, Allergi dan masalah lainnya.
Prinsip Kerja EFT 
EFT merupakan teknik akupuntur versi emosional. Berbeda dengan teknik akupuntur pada umumnya yang menggunakan jarum, EFT menggunakan tapping (ketukan ringan) dengan jari di 18 titik meredian tubuh untuk mengatasi hampir semua hambatan emosi dan fisik. Delapan belas saja? Ya, memang hanya ada 18 titik yang perlu pelajari dalam EFT. Anda tidak perlu mempelajari 300 titik akupuntur yang menggunakan jarum.
Ketika seseorang mengalami hambatan emosional seperti marah, kecewa, sedih, cemas, stress, trauma dsb., aliran energi di dalam tubuh yang melalui titik meredian tubuh akan terganggu. Dan untuk menghilangkan hambatan-hambatan emosi di atas, kita perlu memperbaiki gangguan aliran di titik meredian dengan cara mengetukkan jari dengan cara tertentu sesuai teknik EFT.
Untuk melakukan ketukan pada 18 titik meredian tubuh hanya memerlukan 4 prosedur yang sederhana dan mudah diingat, yang dinamakan resep dasar (basic recipe). Prosedur ini dapat digunakan untuk mengatasi hampir semua masalah emosi negatif dan fisik. Sangat mudah untuk belajar EFT, anda hanya perlu waktu sekitar 3 jam saja.

5.    Hypnotherapy
Sebuah cara pengobatan yang menjangkau pikiran bawah sadar yang merupakan sumber "program kecemasan" tersimpan. Hypnotherapy bisa membenarkan program pikiran yang salah tersebut.
Cara Kerja Hypnotherapy
Kita bisa mengucapkan suatu afirmasi atau sugesti kepada seseorang dalam kondisi sadar tanpa hasil apapun, tetapi apabila kita mengucapkan sugesti yang sama dalam kondisi hypnosis, maka hasilnya sangat luar biasa.



Pikiran sadar / conscious mind adalah proses mental yang Anda sadari dan bisa Anda kendalikan. Pikiran bawah sadar / subconscious mind adalah proses mental yang berfungsi secara otomatis sehingga Anda tidak menyadarinya.Besarnya pengaruh pikiran sadar terhadap seluruh aspek kehidupan seseorang, misalnya sikap, kepribadian, perilaku, kebiasaan, cara pikir, dan kondisi mental seseorang hanya 12%. Sedangkan besarnya pengaruh pikiran bawah sadar adalah 88%. Untuk mudahnya kita bulatkan menjadi 10% dan 90%. Dari sini dapat kita ketahui bahwa pikiran bawah sadar mengendalikan diri kita 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar.Pikiran sadar mempunyai fungsi mengidentifikasi informasi yang masuk, membandingkan dengan data yang sudah ada dalam memori kita, menganalisa data yang baru masuk tersebut dan memutuskan data baru akan disimpan, dibuang atau diabaikan sementara.Sementara itu pikiran bawah sadar yang kapasitasnya jauh lebih besar dari pikiran sadar mempunyai fungsi yang jauh lebih komplek. Semua fungsi organ tubuh kita diatur cara kerjanya dari pikiran bawah sadar. Selain itu nilai-nilai yang kita pegang, sistem kepercayaan dan keyakinan terhadap segala sesuatu juga disimpan di sini. Memori jangka panjang kita juga terdapat dalam pikiran bawah sadar.Garis putus-putus (pada gambar di atas) meng-ilustrasi-kan Critical Factor. Critical Factor adalah bagian dari pikiran yang selalu menganalisis segala informasi yang masuk dan menentukan tindakan rasional seseorang. Critical Factor ini melindungi pikiran bawah sadar dari ide, informasi, sugesti atau bentuk pikiran lain yang bisa mengubah program pikiran yang sudah tertanam di bawah sadar.Ketika kita dalam kondisi sadar seperti sekarang ini, Critical Factor akan menghalangi afirmasi atau sugesti yang ingin kita tanamkan ke pikiran bawah sadar. Sugesti yang diucapkan dalam kondisi sadar terhalang oleh Critical Factor, sehingga efeknya sangat kecil atau bahkan tidak ada sama sekali.Saat hypnotist melakukan hypnosis, yang terjadi adalah hypnotist mem-by-pass Critical Factor subjek (orang yang dihipnotis) dan langsung berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar subjek. By-pass di sini jangan disalah artikan sebagai suatu bentuk manipulasi. Menembus Critical Factor ini dilakukan dengan suatu teknik yang dinamakan "induksi".

Induksi bisa dilakukan dengan cara membuat pikiran sadar subjek dibuat sibuk, lengah, bosan, bingung (tidak memahami) atau lelah sehingga pintu gerbang menuju pikiran bawah sadar, yaitu Critical Factor terbuka atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Karena Critical Factor terbuka atau pengawasannya lemah maka sugesti akan langsung menjangkau pikiran bawah sadar.Critical Factor menjadi tidak aktif ketika seseorang dalam kondisi trance hypnosis. Maka dari itu, semua sugesti - selama tidak bertentangan dengan sistem kepercayaan dan nilai-nilai dasar yang dianut seseorang - akan diterima oleh pikiran bawah sadar sebagai kebenaran, kemudian disimpan sebagai program pikiran. Program pikiran yang sudah ditanamkan melalui sugesti dalam kondisi hypnosis, akan menjadi pemicu perubahan yang seketika dan permanen.




Lima Tips untuk Menghilangkan Gangguan Kecemasan
Ada berbagai jenis gangguan kecemasan, tetapi karakteristik utama yang mendasarinya adalah karena pemikiran yang tidak rasional, khawatir dan ketakutan berlebihan. Serangan kegelisahan dan kepanikan terjadi secara acak dan sering timbul bagi mereka yang menderita atau mempunyai masalah gangguan kecemasan. Ketika gangguan kecemasan terjadi, maka menyebabkan sakit kepala, mual, tremor dan ketakutan irasional dan gugup.
Ada pemicu yang berbeda untuk berbagai jenis gangguan kecemasan, tapi di sini ada 5 tips untuk membantu Anda mengatasi serangan kegelisahan dan kepanikan yang akan terjadi.
  •  Belajarlah untuk Santai. Teknik relaksasi dapat membantu Anda untuk mengurangi efek dari gejala serangan kegelisahan dan kepanikan, seperti sakit kepala dan berkeringat. Dengan berkonsentrasi pada diri sendiri dan menghalangi semua emosi negatif dan lingkungan di sekitar Anda, Anda dapat merilekskan tubuh dan bernapas. Hal ini akan mengurangi intensitas gejala, tetapi tidak boleh digunakan sebagai alternatif dari perawatan medis yang tepat.Mendekatkan diri kepada Allah juga sangat membantu Anda untuk bersantai, biasakan untuk melakukannya di pagi hari atau di malam hari. Ini akan membantu Anda belajar untuk menenangkan tubuh dan pikiran. Juga, sisihkan waktu untuk diri sendiri untuk beristirahat dan bersantai setiap hari, dan ini akan mengurangi  stres dan ketegangan dari pekerjaan atau kehidupan.

  • Carilah Perawatan Tepat. Ada berbagai perawatan yang tersedia untuk gangguan kecemasan, dan sangat penting untuk memilih perawatan yang benar dan efektif dengan melakukan perawatan yang berbeda untuk jenis yang berbeda. Obat dapat membatasi gejala-gejala, tetapi bukan obat cepat yang memiliki banyak efek samping yang sering lebih parah. Terapi kognitif dan perilaku lebih cocok karena membantu Anda mentoleransi dengan penyebab serangan kecemasan, dan akan membantu Anda untuk mengatasi gangguan Anda.

  • Ubah Gaya Hidup Anda . Ambil latihan setidaknya dua kali seminggu, untuk membantu Anda mendapatkan tubuh bugar kembali. Ada banyak bentuk latihan, dan sebagai saran mungkin termasuk jalan cepat atau berenang. Diet Anda juga memainkan bagian besar, dan Anda harus mencoba untuk menjaga diet seimbang. Kurangi makanan olahan dan makanan ringan tinggi gula. Zat-zat seperti alkohol, rokok dan kafein juga sangat tidak disarankan karena mereka bertindak sebagai stimulan atau depresan, dan dapat memicu serangan kegelisahan Anda. Jika Anda merasa bahwa pekerjaan Anda terlalu stres, coba ubah ke salah satu yang lebih santai sebagai gantinya. Ingat, kesehatan Anda adalah kekayaan.
  • Mencari Dukungan. Memendam emosi adalah tidak sehat, dari itu dianjurkan bahwa Anda berbagi emosi dan pengalaman Anda dengan teman dan keluarga. Berbagi dengan mereka tentang masalah Anda, dan menceritakan bagaimana Anda akan mencoba mengatasi dan memulihkan masalah yang sedang Anda hadapi. Mereka mungkin memiliki saran yang berharga, setidaknya, mereka dapat membantu untuk mendukung Anda secara emosional. Dukungan kelompok dan konseling profesional juga menjadi alternatif. Berbicara tentang kecemasan Anda juga akan membantu Anda untuk menerima keadaan, dan memahami dengan lebih baik penyebab serangan kecemasan Anda.
  • Self Monitoring. Luangkan waktu untuk bersantai dan bersantai, dan pastikan tubuh dan pikiran Anda tenang. Buatlah daftar penyebab serangan kegelisahan/kepanikan Anda, dan mencoba untuk mengidentifikasi apa yang memicunya. Setelah Anda melakukan itu, Anda dapat mencari solusi yang tepat, apakah itu menghadapi masalah atau cukup menghindari.


[source]

Gangguan Kecemasan (Anxiety Disorders)





Kecemasan berhubungan dengan sesuatu yang mengancam ataupun dirasa mengancam. Kecemasan terkadang tidak jelas objeknya, mengapa seseorang bisa menjadi cemas. Seseorang sering cemas terhadap sesuatu, dapat mengembangkan kepribadian yang “pencemas” (apapun akan disikapi dengan kecemasan) sehingga akan menimbulkan gangguan.

Kecemasan secara umum jika seseorang merasa khawatir karena menghadapi situasi yang tidak bisa memberikan jawaban yang jelas, tidak bisa mengharapkan suatu pertolongan, dan tidak ada harapan yang jelas akan mendapatkan hasil (Sumadinata, 2004).

Definisi Kecemasan
Kecemasan sebagai keadaan emosional yang mempunyai ciri keterangsangan fisiologis, perasaan tegang yang tidak menyenangkan dan keadaan khawatir yang mengeluhkan sesuatu yang buruk akan segera terjadi (Nevid, dkk. 2003)

Kecemasan adalah suatu keadaan yang memotivasi individu untuk berbuat sesuatu. Fungsinya adalah untuk memperingatkan adanya ancaman bahaya, yakni sinyal dari ego yang akan terus meningkat jika tindakan-tindakan yang layak untuk mengatasi ancaman tidak diambil. Apabila tidak bisa mengendalikan kecemasan melalui cara-cara rasional dan cara-cara langsung, maka ego akan mengandalkan cara-cara yang tidak realistik, yakni tingkah laku yang berorientasi pada pertahanan ego atau defence mechanism (Freud & Corey, 2005)

Kecemasan adalah suatu perasaan takut yang tidak menyenangkan yang disertai dengan menigkatnya ketegangan fisiologis. Suatu dorongan yang menjadi perantara antara suatu situasi yang mengancam dan perilaku menghidar. Kecemasan dapat diukur dengan self report, dengan mengukur ketegangan fisiologis, dan dengan perilaku yang tampak (davison, dkk. 2006).

Ciri-ciri Kecemasan
Fisik : Gelisah, gugup. Tangan dan angoota badan yang lain bergetar, banyak berkeringat, mulut atau kerongkongn terasa kering, sulit bicara, sulit bernafas, jantung yang berdebar keras, pusing, merasa lemas, mati rasa, sering buang air kecil.
Kognitif : Khaawatir tentang sesuatu, perasaan tegang, keyakinan bahwa sesuatu yang buruk          akan segera terjadi tanpa alasan yang jelas, takut kehilangan kontrol, takut akan tidak mampu mengatasi masalah, dll.
Perilaku : Menghidar, lekat dan dependen, terguncang, sensitif, mudah marah (Nevid, 2003)

                    Manifestasi Kecemasan
  •           Kognitif (dalam pikiran individu)
  •           Motorik ( dalam tingkah laku)
  •           Somatik (dalam reaksi, baik fisik maupun biologis)
  •           Afektif ( dalam emosi individu)


Jenis-jenis Kecemasan Menurut Sigmund Freud
1         Kecemasan Realistik
2         Kecemasan Moral
3         Kecemasan Neurotik
  1. Kecemasan Realistik. Secara normal, kecemasan realistik sering dialami dalam kehidupan sehari-hari. Sering juga kecemasan realistik disebut degan ketakutan. Sumber dari kecemasan realistik sangat jelas karena memang membahayakan secara fisik. Misalkan dalam kondisi perang, terancam dengan binatang buas, dll.
  2. Kecemasan Moral. Kecemasan moral tidak dirasakan dari dunia luar atau dari fisik. Tetapi dari dunia sosial individu. Super ego yang sudah terintregasi dalam inidividu. Kecemasan moral ini diantara lain adalah misalkan rasa malu, rasa bersalah, atau rasa takut mendapat teguran maupun hukuman, dll. 
  3. Kecemasan Neurotik. Kecamasan neurotik ini menimbulkan perasaan takut yang muncul akibat rangsangan-rangsangan dari id. Induvidu akan menjadi gugup, tidak mampu mengandalikan diri, perilaku, akal, bahkan pikiran. Kecemasan neurotik merurpakan sumber terbanyak yang membuat individu terganggu secara psikologis.


Macam-Macam Atau Jenis-Jenis Gangguan Kecemasan




Sifat Gangguan Kecemasan
Kecemasan menghasilkan baik respon fisik maupun psikologis.
Orang yang menderita gangguan kecemasan akan sulit untuk rileks dan juga sulit merasa nyaman dalam berbagai macam situasi.

yang termasuk gangguan kecemasan antara lain sebagi berikut :


Fobia
Penolakan Berdasarkan ketakutan terhadap benda atau situasi yang dihadapi. Walau sebetulnya tidak berbahaya dan penderita fobia sendiri mengakui bahwa ketakutan yang dirasakan itu tidak ada dasarnya.

Fobia Simpel
Sumber ketakutan berupa binatang, ketinggian, tempat tertutup, darah. Yang menderita fobia simpel kebanyakan adalah wanita dan dimulai sejak kecil.

Agorafobia
Berasal dari bahasa Yunani. Agora berarti tempat berkumpul atau pasar. Jadi agorafobia adalah ketakutan yang berpusat pada tempat-tempat publik seperti takut berbelanja, takut terhadap kerumunan orang, takut berpergian dan banyak meminta pertolongan.

  •  Banyak wanita yang menderita agorafobia ini dimulai pada masa remaja dan permulaan dewasa.
  • Simtom : ketegangan, pusing, kompulsi, merenung, depresi, ketakutan menjadi gila.
  • 90% dari satu sampel : takut tempat tinggi, tempat tertutup, elevator.

Fobia Sosial
Menyerupai Kecemasan Sosial. Keceasan tidak rasional karena adanya orang lain, contohnya takut berbicara didepan publik, takut makan di tempat umu, takut menggunakan WC umum. Biasanya penderita fobia sosial jarang meminta bantuan kepada orang lain. Permulaan fobia sosial biasanya dimulai pada masa remaja, karena pada masa itu kesadaran akan interaksi sosial dengan orang lain menjadi penting dalam kehidupannya.

Penyebab fobia
Teori Psikoanalitik :  Pertahanan melawan kecemasan hasil dorongan id yang direpres kecemasan. Pindahan dari impuls id yang ditakuti obyek ataupun situasi, yang mempunyai hubungan simbolik dengan hal tersebut. Menghindari konflik yang direpres. Cara ego untuk menghadapi masalah yang sesungguhnya, konflik pada masa kanak-kanak yang direpres.
Teori Behavioral : hasil belajar kondisioning klasik, kondisioning operan, modeling.

Terapi Untuk Penderita Fobia
Psikoanalaitis : konflik yang ditekan diangkat ke permukaan.
Behavioral : desensitasi sistematik, modeling.


Tanda-tanda gangguan panik ini misalkan sesak nafas, detak jantung keras, sakit di dada, merasa tercekik, pusing, berpeluh, bergetar, ketakutan yang sangat akan teror, ketakutan akan ada hukuman.

Tanda-tanda yang lain adalah depersonalisasi dan derealisai. Yaitu perasaan seakan-akan ada diluar badan, merasa dunia tidak nyata, ketakutan akan kehilangan kontrol, ketakutan menjadi gila, dan ketakutan bahwa dirinya kan segera mati.
Intensitas gangguan panik bisa sering kali terjadi. Sekali seminggu atau bahkan lebih sering. Dihubungkan dengan situasi yang lebih khusus, misalnya panik dalam mengendarai mobil, laki-laki 0,7% dan wanita 1%

  •  4 kali serangan panik dalam 4 minggu
  • Satu serangan diikuti ketakutan terjadinya serangan lagi paling sedikit 1 bulan
  • Serangan panik dapat diikuti agorafobia. 80% penderita panik juga menderita gangguan kecemasan lain.
  • Sering juga ada depresi
  •  Sering penyebabnya adalah fisiologis, misalnya gangguan jaantung
Penderita panik sering merasa bahwa penyakit yang dideritanya  adlah penyakit yang parah, sehingga menimbulkan kepanikan yang berlebih.


Tanda-tanda dari Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh misalnya kecemasan kronis yang terus menerus, mencakup situasi hidup ( cemas akan terjadi kecelakaan, atau cemas akan kesulitan finansial).

Ada keluhan somatik seperti berpeluh, merasa panas, jantung berdetak keras, perut tidak enak, diare, sering buang air kecil, dingin, tangan basah, mulut kering, tenggorokan terasa tersumbat, sesak nafas.

Merasa ada gangguan otot seperti merasa tegang atau rasa sakit pada daerah otot tertentu terutama leher dan bahu, pelupuk mata berkedip terus, bergetar, mudah lelah, tidak mampu untuk santai, mudah terkejut, geisah, sering berkeluh.

Cemas akan terjadinya bahaya, cemas akan kehilangan kontrol, cemas akan mendapat serangan jantung, cemas akan mati.

Sering juga penderita tidak sabar, mudah marah, tidak dapat tidur, tidak dapa berkonsentrasi.

Penyebab Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh
Psikoanalitik : konflik antara impuls idd dan ego yang tidak disadari. Impuls itu seksual atau agresif dan impuls-impuls itu ingin keluar, namun dihalangi secara tidak sadar, sehingga menjadi kecemasan.
Teori belajar : kondisioning klasik dari rangsangan luar
Kognitif behavioral : memfokus kontrol dan ketidakberdayaan

Terapi untuk Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh 
Terapi untuk Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh dapat menggunakan terapi psikoanalisis, sama dengan penderita fobia.

Obsesi merupakan pikiran yang berkali-kali mengganggu dan tampak rasional dan tidak dapat dikontrol, sehingga mengganggu hidup.
Obsesi dapat berbentuk keragu-raguan yang ekstrem, penangguhan dan tidak fapat mengambil keputusan.
Biasanya penderita tidak dapat mengambil kesimpulan dari suatu hal.

Kompulsi merupakan impuls yang tidak dapat ditolak, mengulangi tingkah laku ritualistik berkali-kali.
Kompulsi sering berhubungan dengan kebersihan dan keteraturan.

Penderita obsesif-kompulsif sering merasa apa yang dilakukannya adalah hal yang asing.

Ada 5 jenis obsesi :
  1. Kebimbangan yang obsesif. Merupakan pikiran bahwa suatu tugas yang telah selasai tidak dilakukan secara baik (75% dari penderita)
  2.  Pikiran yang obsesif pikiran berantai yang tidak ada akhirnya. Biasanya fokus pada kejadian yang akan datang (34% dari penderita)
  3.  Impuls yang obsesif. Dorongan untuk melakukan suatu perbuatan (17% dari penderita)
  4. Ketakutan yang obsesif. Kecemasan untuk kehilangan  kontrol dan melakukan sesuatu yang memalukan (26% dari penderita)
  5.  Bayangan obsesif. Bayangan terus meerus mengenai sesuatu yang dilihat (7% dari penderita)

Ada 2 jenis kompulsi :
  1. Dorongan kompusif yang memaksa suatu perbuatan. Misalnya melihat pintu berkali-kali (61% dari penderita)
  2. Kompulsi mengontrol. Mengontrol dorongan kompulsi(tidak menuruti dorongan tersebut). Mengontrol dorongan inses dengan berkali-kali menghitung hingga hitungan tertentu.
Menurut Rochman dan hodgson ada dua jenis kompulsi yaitu membersihkan dan mengecek.

Penyebab Obsesi-kompulsif
Psikoanalaitik : fiksasi masa anal.
Adler : anak terhalang mengembangkan kompetensinya sehingga si anak menjadi rendah diri. Sehingga secara tidak sadar mengembangkan ritual yang kompulsif untuk membuat daerah yang dapat dikontrol dan merasa mampu untuk membuat orang tersebut menguasai cara menguasai sesuatu.
Teori belajar : konsisioning operan. Tingkah laku yang dipelajari yang dikuatkan akibat-akibatnya.

Terapi untuk penderita obsesif kompusif
Terapi sama dengan penderita fobia dan GAD, menggunakan psikoanalisis.


Simtom dan diagnosis
  • Akibat kejadian traumatik atatu bencana yang tingkatnya sangat buruk, misalkan perkosaan, peperangan, bencana alam, ancaman yang serius terhadap orang yang dicintai, melihat orang lain disakiti atau dibunuh.
  • Akan berakibat tidak dapat berkonsentrasi, mengingat, tidak dapat santai, impulsif, mudah terkejut, gangguan tidur, cemas, depresi, mati rasa, hal-hal yang menyenangkan tidak menarik lagi,  sering mimpi buruk, gangguan tidur.
  • Trauma akibat orang, perang, serangan fisik atau penganiayaan berlangsung lebih lama daripada trauma setelah bencana alam.
  • Simtom memburuk jika dihadapkan pada situasi yang mirip.
  • Dapat terjadi pada anak dan orang dewasa.
  • Simtom pada anak : mimpi tentang monster atau perubahan tingkah laku, misalkan anak yang periang secara mendadak menjadi pendiam.
  • Riwayat psikopatologi pada keluarga  memegang peranan.

Treatmen atau terapi untuk gangguan stres pasca trauma (PTSD)
Dapat melalui terapi kelompok. Dengan cara ini penderita mendapatkan suport dari teman-temannya.

Gangguan Kecemasan : Gangguan Sters Pasca Trauma (PTSD)





Simtom dan diagnosis
  • Akibat kejadian traumatik atatu bencana yang tingkatnya sangat buruk, misalkan perkosaan, peperangan, bencana alam, ancaman yang serius terhadap orang yang dicintai, melihat orang lain disakiti atau dibunuh.
  • Akan berakibat tidak dapat berkonsentrasi, mengingat, tidak dapat santai, impulsif, mudah terkejut, gangguan tidur, cemas, depresi, mati rasa, hal-hal yang menyenangkan tidak menarik lagi,  sering mimpi buruk, gangguan tidur.
  • Trauma akibat orang, perang, serangan fisik atau penganiayaan berlangsung lebih lama daripada trauma setelah bencana alam.
  • Simtom memburuk jika dihadapkan pada situasi yang mirip.
  • Dapat terjadi pada anak dan orang dewasa.
  • Simtom pada anak : mimpi tentang monster atau perubahan tingkah laku, misalkan anak yang periang secara mendadak menjadi pendiam.
  • Riwayat psikopatologi pada keluarga  memegang peranan.


Treatmen atau terapi untuk gangguan stres pasca trauma (PTSD)
Dapat melalui terapi kelompok. Dengan cara ini penderita mendapatkan suport dari teman-temannya.

Gangguan Kecemasan : Obsesif-Kompulsif



Obsesi merupakan pikiran yang berkali-kali mengganggu dan tampak rasional dan tidak dapat dikontrol, sehingga mengganggu hidup.
Obsesi dapat berbentuk keragu-raguan yang ekstrem, penangguhan dan tidak fapat mengambil keputusan.
Biasanya penderita tidak dapat mengambil kesimpulan dari suatu hal.

Kompulsi merupakan impuls yang tidak dapat ditolak, mengulangi tingkah laku ritualistik berkali-kali.
Kompulsi sering berhubungan dengan kebersihan dan keteraturan.

Penderita obsesif-kompulsif sering merasa apa yang dilakukannya adalah hal yang asing.

Ada 5 jenis obsesi :
  1. Kebimbangan yang obsesif. Merupakan pikiran bahwa suatu tugas yang telah selasai tidak dilakukan secara baik (75% dari penderita)
  2.  Pikiran yang obsesif pikiran berantai yang tidak ada akhirnya. Biasanya fokus pada kejadian yang akan datang (34% dari penderita)
  3.  Impuls yang obsesif. Dorongan untuk melakukan suatu perbuatan (17% dari penderita)
  4. Ketakutan yang obsesif. Kecemasan untuk kehilangan  kontrol dan melakukan sesuatu yang memalukan (26% dari penderita)
  5.  Bayangan obsesif. Bayangan terus meerus mengenai sesuatu yang dilihat (7% dari penderita)

Ada 2 jenis kompulsi :
  1. Dorongan kompusif yang memaksa suatu perbuatan. Misalnya melihat pintu berkali-kali (61% dari penderita)
  2. Kompulsi mengontrol. Mengontrol dorongan kompulsi(tidak menuruti dorongan tersebut). Mengontrol dorongan inses dengan berkali-kali menghitung hingga hitungan tertentu.


Menurut Rochman dan hodgson ada dua jenis kompulsi yaitu membersihkan dan mengecek.

Penyebab Obsesi-kompulsif
Psikoanalaitik : fiksasi masa anal.
Adler : anak terhalang mengembangkan kompetensinya sehingga si anak menjadi rendah diri. Sehingga secara tidak sadar mengembangkan ritual yang kompulsif untuk membuat daerah yang dapat dikontrol dan merasa mampu untuk membuat orang tersebut menguasai cara menguasai sesuatu.
Teori belajar : konsisioning operan. Tingkah laku yang dipelajari yang dikuatkan akibat-akibatnya.

Terapi untuk penderita obsesif kompusif
Terapi sama dengan penderita fobia dan GAD, menggunakan psikoanalisis.

Gangguan Kecemasan : Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh



Tanda-tanda dari Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh misalnya kecemasan kronis yang terus menerus, mencakup situasi hidup ( cemas akan terjadi kecelakaan, atau cemas akan kesulitan finansial).

Ada keluhan somatik seperti berpeluh, merasa panas, jantung berdetak keras, perut tidak enak, diare, sering buang air kecil, dingin, tangan basah, mulut kering, tenggorokan terasa tersumbat, sesak nafas.

Merasa ada gangguan otot seperti merasa tegang atau rasa sakit pada daerah otot tertentu terutama leher dan bahu, pelupuk mata berkedip terus, bergetar, mudah lelah, tidak mampu untuk santai, mudah terkejut, geisah, sering berkeluh.

Cemas akan terjadinya bahaya, cemas akan kehilangan kontrol, cemas akan mendapat serangan jantung, cemas akan mati.

Sering juga penderita tidak sabar, mudah marah, tidak dapat tidur, tidak dapa berkonsentrasi.

Penyebab Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh
Psikoanalitik : konflik antara impuls idd dan ego yang tidak disadari. Impuls itu seksual atau agresif dan impuls-impuls itu ingin keluar, namun dihalangi secara tidak sadar, sehingga menjadi kecemasan.
Teori belajar : kondisioning klasik dari rangsangan luar
Kognitif behavioral : memfokus kontrol dan ketidakberdayaan

Terapi untuk Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh
Terapi untuk Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh dapat menggunakan terapi psikoanalisis, sama dengan penderita fobia.

Gangguan Kecemasan : Gangguan Panik



Tanda-tanda gangguan panik ini misalkan sesak nafas, detak jantung keras, sakit di dada, merasa tercekik, pusing, berpeluh, bergetar, ketakutan yang sangat akan teror, ketakutan akan ada hukuman.

Tanda-tanda yang lain adalah depersonalisasi dan derealisai. Yaitu perasaan seakan-akan ada diluar badan, merasa dunia tidak nyata, ketakutan akan kehilangan kontrol, ketakutan menjadi gila, dan ketakutan bahwa dirinya kan segera mati.
Intensitas gangguan panik bisa sering kali terjadi. Sekali seminggu atau bahkan lebih sering. Dihubungkan dengan situasi yang lebih khusus, misalnya panik dalam mengendarai mobil, laki-laki 0,7% dan wanita 1%

  •  4 kali serangan panik dalam 4 minggu
  • Satu serangan diikuti ketakutan terjadinya serangan lagi paling sedikit 1 bulan
  • Serangan panik dapat diikuti agorafobia. 80% penderita panik juga menderita gangguan kecemasan lain.
  • Sering juga ada depresi
  •  Sering penyebabnya adalah fisiologis, misalnya gangguan jaantung
Penderita panik sering merasa bahwa penyakit yang dideritanya  adlah penyakit yang parah, sehingga menimbulkan kepanikan yang berlebih.

Gangguan Kecemasan : Fobia





Fobia
Penolakan Berdasarkan ketakutan terhadap benda atau situasi yang dihadapi. Walau sebetulnya tidak berbahaya dan penderita fobia sendiri mengakui bahwa ketakutan yang dirasakan itu tidak ada dasarnya.

Fobia Simpel
Sumber ketakutan berupa binatang, ketinggian, tempat tertutup, darah. Yang menderita fobia simpel kebanyakan adalah wanita dan dimulai sejak kecil.

Agorafobia
Berasal dari bahasa Yunani. Agora berarti tempat berkumpul atau pasar. Jadi agorafobia adalah ketakutan yang berpusat pada tempat-tempat publik seperti takut berbelanja, takut terhadap kerumunan orang, takut berpergian dan banyak meminta pertolongan.

  •  Banyak wanita yang menderita agorafobia ini dimulai pada masa remaja dan permulaan dewasa.
  • Simtom : ketegangan, pusing, kompulsi, merenung, depresi, ketakutan menjadi gila.
  • 90% dari satu sampel : takut tempat tinggi, tempat tertutup, elevator.

Fobia Sosial
Menyerupai Kecemasan Sosial. Keceasan tidak rasional karena adanya orang lain, contohnya takut berbicara didepan publik, takut makan di tempat umu, takut menggunakan WC umum. Biasanya penderita fobia sosial jarang meminta bantuan kepada orang lain. Permulaan fobia sosial biasanya dimulai pada masa remaja, karena pada masa itu kesadaran akan interaksi sosial dengan orang lain menjadi penting dalam kehidupannya.

Penyebab fobia
Teori Psikoanalitik :  Pertahanan melawan kecemasan hasil dorongan id yang direpres kecemasan. Pindahan dari impuls id yang ditakuti obyek ataupun situasi, yang mempunyai hubungan simbolik dengan hal tersebut. Menghindari konflik yang direpres. Cara ego untuk menghadapi masalah yang sesungguhnya, konflik pada masa kanak-kanak yang direpres.
Teori Behavioral : hasil belajar kondisioning klasik, kondisioning operan, modeling.

Terapi Untuk Penderita Fobia
Psikoanalaitis : konflik yang ditekan diangkat ke permukaan.
Behavioral : desensitasi sistematik, modeling.


Jenis-Jenis Emosi




  1. Emosi Sensoris, yaitu emosi yang ditimbulkan oleh rangsangan dari luar terhadap tubuh, seperti rasa dingin, manis, sakit, lelah, kenyang dan lapar.
  2. Emosi Psikis , yaitu emosi yang mempunyai alasan –alasan kejiwaan

Emosi Psikis Dibagi Menjadi Lima Kelompok Yaitu ;

1.Perasaan Intelektual, yaitu yang mempunyai sangkut paut dengan ruang lingkup kebenaran.Perasaan ini diwujudkan dalam bentuk :

a.rasa yakin dan tidak yakin terhadap suatu hasil karya ilmiah
b.rasa gembira karena mendapat suatu kebenaran
c.rasa puas karena dapat menyelesaikan persoalan –persoalan ilmiah yang harus dipecahkan

2.Perasaan Sosial, yaitu perasaan yang menyangkut hubungan dengan orang lain, baik bersifat perorangan maupun kelompok.Wujud perasaan ini seperti :

a.rasa solidaritas
b.persaudaraan ( ukhuwah)
c.Simpati
d.kasih sayang, dan sebagainya

3.Perasaan Susila, yaitu perasaan yang berhubungan dengan nilai –nilai baik dan buruk atau etika ( moral ). Contohnya :

a.rasa tanggung jawab ( responsibility)
b.rasa bersalah apabila melanggar norma
c.rasa tentram dalam mentaati norma

4.Perasaan Keindahan ( estetis )

yaitu perasaan yang berkaitan erat dengan keindahan dari sesuatu, baik bersifat kebendaan ataupun kerohanian

5.Perasaan Ketuhanan

 yaitu merupakan kelebihan manusia sebagai makluk Tuhan, dianugrahi fitrah ( kemampuan atau perasaan ) untuk mengenal; Tuhannya.Dengan kata lain, manusia dianugerahi insting religius ( naluri beragama ).Karena memiliki fitrah ini, maka manusia di juluki sebagai “ Homo Divinans“ dan “ Homo Religius“ atau makluk yang berke-Tuhan-an atau makluk beragama.