© Copyright 2014 Duta Glory Community | Irwan Wicaksono | 085728802936 Psikologi Dan Bisnis - All Rights Reserved - http://www.dni.co.id

Macam-Macam Atau Jenis-Jenis Gangguan Kecemasan




Sifat Gangguan Kecemasan
Kecemasan menghasilkan baik respon fisik maupun psikologis.
Orang yang menderita gangguan kecemasan akan sulit untuk rileks dan juga sulit merasa nyaman dalam berbagai macam situasi.

yang termasuk gangguan kecemasan antara lain sebagi berikut :


Fobia
Penolakan Berdasarkan ketakutan terhadap benda atau situasi yang dihadapi. Walau sebetulnya tidak berbahaya dan penderita fobia sendiri mengakui bahwa ketakutan yang dirasakan itu tidak ada dasarnya.

Fobia Simpel
Sumber ketakutan berupa binatang, ketinggian, tempat tertutup, darah. Yang menderita fobia simpel kebanyakan adalah wanita dan dimulai sejak kecil.

Agorafobia
Berasal dari bahasa Yunani. Agora berarti tempat berkumpul atau pasar. Jadi agorafobia adalah ketakutan yang berpusat pada tempat-tempat publik seperti takut berbelanja, takut terhadap kerumunan orang, takut berpergian dan banyak meminta pertolongan.

  •  Banyak wanita yang menderita agorafobia ini dimulai pada masa remaja dan permulaan dewasa.
  • Simtom : ketegangan, pusing, kompulsi, merenung, depresi, ketakutan menjadi gila.
  • 90% dari satu sampel : takut tempat tinggi, tempat tertutup, elevator.

Fobia Sosial
Menyerupai Kecemasan Sosial. Keceasan tidak rasional karena adanya orang lain, contohnya takut berbicara didepan publik, takut makan di tempat umu, takut menggunakan WC umum. Biasanya penderita fobia sosial jarang meminta bantuan kepada orang lain. Permulaan fobia sosial biasanya dimulai pada masa remaja, karena pada masa itu kesadaran akan interaksi sosial dengan orang lain menjadi penting dalam kehidupannya.

Penyebab fobia
Teori Psikoanalitik :  Pertahanan melawan kecemasan hasil dorongan id yang direpres kecemasan. Pindahan dari impuls id yang ditakuti obyek ataupun situasi, yang mempunyai hubungan simbolik dengan hal tersebut. Menghindari konflik yang direpres. Cara ego untuk menghadapi masalah yang sesungguhnya, konflik pada masa kanak-kanak yang direpres.
Teori Behavioral : hasil belajar kondisioning klasik, kondisioning operan, modeling.

Terapi Untuk Penderita Fobia
Psikoanalaitis : konflik yang ditekan diangkat ke permukaan.
Behavioral : desensitasi sistematik, modeling.


Tanda-tanda gangguan panik ini misalkan sesak nafas, detak jantung keras, sakit di dada, merasa tercekik, pusing, berpeluh, bergetar, ketakutan yang sangat akan teror, ketakutan akan ada hukuman.

Tanda-tanda yang lain adalah depersonalisasi dan derealisai. Yaitu perasaan seakan-akan ada diluar badan, merasa dunia tidak nyata, ketakutan akan kehilangan kontrol, ketakutan menjadi gila, dan ketakutan bahwa dirinya kan segera mati.
Intensitas gangguan panik bisa sering kali terjadi. Sekali seminggu atau bahkan lebih sering. Dihubungkan dengan situasi yang lebih khusus, misalnya panik dalam mengendarai mobil, laki-laki 0,7% dan wanita 1%

  •  4 kali serangan panik dalam 4 minggu
  • Satu serangan diikuti ketakutan terjadinya serangan lagi paling sedikit 1 bulan
  • Serangan panik dapat diikuti agorafobia. 80% penderita panik juga menderita gangguan kecemasan lain.
  • Sering juga ada depresi
  •  Sering penyebabnya adalah fisiologis, misalnya gangguan jaantung
Penderita panik sering merasa bahwa penyakit yang dideritanya  adlah penyakit yang parah, sehingga menimbulkan kepanikan yang berlebih.


Tanda-tanda dari Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh misalnya kecemasan kronis yang terus menerus, mencakup situasi hidup ( cemas akan terjadi kecelakaan, atau cemas akan kesulitan finansial).

Ada keluhan somatik seperti berpeluh, merasa panas, jantung berdetak keras, perut tidak enak, diare, sering buang air kecil, dingin, tangan basah, mulut kering, tenggorokan terasa tersumbat, sesak nafas.

Merasa ada gangguan otot seperti merasa tegang atau rasa sakit pada daerah otot tertentu terutama leher dan bahu, pelupuk mata berkedip terus, bergetar, mudah lelah, tidak mampu untuk santai, mudah terkejut, geisah, sering berkeluh.

Cemas akan terjadinya bahaya, cemas akan kehilangan kontrol, cemas akan mendapat serangan jantung, cemas akan mati.

Sering juga penderita tidak sabar, mudah marah, tidak dapat tidur, tidak dapa berkonsentrasi.

Penyebab Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh
Psikoanalitik : konflik antara impuls idd dan ego yang tidak disadari. Impuls itu seksual atau agresif dan impuls-impuls itu ingin keluar, namun dihalangi secara tidak sadar, sehingga menjadi kecemasan.
Teori belajar : kondisioning klasik dari rangsangan luar
Kognitif behavioral : memfokus kontrol dan ketidakberdayaan

Terapi untuk Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh 
Terapi untuk Generalized Anxiety Disorders (GAD) / Gangguan Kecemasan Menyeluruh dapat menggunakan terapi psikoanalisis, sama dengan penderita fobia.

Obsesi merupakan pikiran yang berkali-kali mengganggu dan tampak rasional dan tidak dapat dikontrol, sehingga mengganggu hidup.
Obsesi dapat berbentuk keragu-raguan yang ekstrem, penangguhan dan tidak fapat mengambil keputusan.
Biasanya penderita tidak dapat mengambil kesimpulan dari suatu hal.

Kompulsi merupakan impuls yang tidak dapat ditolak, mengulangi tingkah laku ritualistik berkali-kali.
Kompulsi sering berhubungan dengan kebersihan dan keteraturan.

Penderita obsesif-kompulsif sering merasa apa yang dilakukannya adalah hal yang asing.

Ada 5 jenis obsesi :
  1. Kebimbangan yang obsesif. Merupakan pikiran bahwa suatu tugas yang telah selasai tidak dilakukan secara baik (75% dari penderita)
  2.  Pikiran yang obsesif pikiran berantai yang tidak ada akhirnya. Biasanya fokus pada kejadian yang akan datang (34% dari penderita)
  3.  Impuls yang obsesif. Dorongan untuk melakukan suatu perbuatan (17% dari penderita)
  4. Ketakutan yang obsesif. Kecemasan untuk kehilangan  kontrol dan melakukan sesuatu yang memalukan (26% dari penderita)
  5.  Bayangan obsesif. Bayangan terus meerus mengenai sesuatu yang dilihat (7% dari penderita)

Ada 2 jenis kompulsi :
  1. Dorongan kompusif yang memaksa suatu perbuatan. Misalnya melihat pintu berkali-kali (61% dari penderita)
  2. Kompulsi mengontrol. Mengontrol dorongan kompulsi(tidak menuruti dorongan tersebut). Mengontrol dorongan inses dengan berkali-kali menghitung hingga hitungan tertentu.
Menurut Rochman dan hodgson ada dua jenis kompulsi yaitu membersihkan dan mengecek.

Penyebab Obsesi-kompulsif
Psikoanalaitik : fiksasi masa anal.
Adler : anak terhalang mengembangkan kompetensinya sehingga si anak menjadi rendah diri. Sehingga secara tidak sadar mengembangkan ritual yang kompulsif untuk membuat daerah yang dapat dikontrol dan merasa mampu untuk membuat orang tersebut menguasai cara menguasai sesuatu.
Teori belajar : konsisioning operan. Tingkah laku yang dipelajari yang dikuatkan akibat-akibatnya.

Terapi untuk penderita obsesif kompusif
Terapi sama dengan penderita fobia dan GAD, menggunakan psikoanalisis.


Simtom dan diagnosis
  • Akibat kejadian traumatik atatu bencana yang tingkatnya sangat buruk, misalkan perkosaan, peperangan, bencana alam, ancaman yang serius terhadap orang yang dicintai, melihat orang lain disakiti atau dibunuh.
  • Akan berakibat tidak dapat berkonsentrasi, mengingat, tidak dapat santai, impulsif, mudah terkejut, gangguan tidur, cemas, depresi, mati rasa, hal-hal yang menyenangkan tidak menarik lagi,  sering mimpi buruk, gangguan tidur.
  • Trauma akibat orang, perang, serangan fisik atau penganiayaan berlangsung lebih lama daripada trauma setelah bencana alam.
  • Simtom memburuk jika dihadapkan pada situasi yang mirip.
  • Dapat terjadi pada anak dan orang dewasa.
  • Simtom pada anak : mimpi tentang monster atau perubahan tingkah laku, misalkan anak yang periang secara mendadak menjadi pendiam.
  • Riwayat psikopatologi pada keluarga  memegang peranan.

Treatmen atau terapi untuk gangguan stres pasca trauma (PTSD)
Dapat melalui terapi kelompok. Dengan cara ini penderita mendapatkan suport dari teman-temannya.

Posting Komentar

Follow by Email