© Copyright 2014 Duta Glory Community | Irwan Wicaksono | 085728802936 Psikologi Dan Bisnis - All Rights Reserved - http://www.dni.co.id

Makanan Khas Kota Solo






Solo di kenal sebagai salah satu “gudang”-nya makanan enak. Berbagai makanan minuman maupun jajanan yang khas dapat di jumpai di Solo. Anda akan dimanjakan oleh keanekaragaman makanan tradisional yang menyajikan cita rasa khas dan eksotis yang langka dijumpai di tempat lain, beberapa diantaranya adalah:

Serabi atau (Serabi Notosuman)

Serabi atau srabi sebenarnya adalah semacam pancake yang bahan adonannya terdiri dari tepung beras, santan, gula, garam, dan daun pandan sebagai pewangi, dan bahan lainnya yang kemudian dipanaskan dalam suatu cetakan berupa wajan kecil yang kemudian ditutup dengan penutup dari tanah liat supaya serabi mekar. Srabi memiliki tekstur kenyal namun tetap lembut dan rasanya sangat legit. Letaknya srabi ini di sepanjang Jalan Moh. Yamin Notosuman. Toko srabi notosuman yang terkenal adalah Srabi Notosuman Ny Lidia (kotak bungkusnya warna hijau) dan Srabi Notosuman Ny Handayani (kotak bungkusnya warna coklat/merah).

Nasi Liwet 

Nasi liwet adalah makanan khas yang terdiri dari nasi gurih dengan sayuran Jipang, daging ayam, telur, santan kental (kumut), opor, dan berbagai bahan lainnya yang disajikan dengan alas daun pisang dengan sedikit ditekuk dan disematkan lidi supaya berbentuk kerucut(istilahnya disebut pincukan). Biasanya akan lebih enak kalo makan nasi liwet ditemani rambak kulit. Nasi Liwet yang terkenal di Solo adalah Nasi Liwet Wongso Lemu yang tempatnya di Keprabon, Jalan Teuku Umar, (dekat dengan Kraton Mangkunegaran). Warung Nasi liwet Wongso Lemu ini buka pada sore jam 4an sampai jam 2 malam. Oya, biasanya juga ada live musik tradisional dengan kendang, sitter, dan ada sinden yang menyanyi lagu jawa di tempat tersebut.

Sate (sate buntel) 

Sate buntel adalah Sate khas Solo yang dibuat dari daging kambing cincang yang dibungkus lemak kambing baru kemudian dibakar sehingga disebut sate buntel. Buntel adalah bahasa jawa untuk bungkus. Sate buntel yang terkenal di Solo adalah Sate Haji Bejo di Jl. Sebakung 10 Lojiwetan, tepatnya di belakang swalayan Luwes Sangkrah, di seberang GKI Sangkrah. Warung sate lainnya yang juga terkenal antara lain Sate Kambing Tambak Segaran di Jl. Sutan Syahrir No 39 Widuran dan Sate Kambing Mbok Galak di Jl. Ki Mangunsarkoro Sumber, Banyuanyar, Solo.

Timlo 

Timlo adalah makanan khas Solo yang isinya potongan-potongan daging ayam, jerohan ayam seperti ati ampela, potongan-potongan sosis solo, telur ayam pindang, dengan kuah mirip dengan sop dan di atasnya ditaburi bawang goreng. Biasanya timlo disajikan bersama dengan seporsi nasi hangat. Timlo yang terkenal di Solo adalah Timlo Sastro yang tempatnya di belakang Pasar Gedhe Solo.

Cabuk Rambak

Makanan ini biasanya di jajakan keliling. Makanan ini terdiri dari ketupat atau sering di sebut gendar Janur  dan Bumbu Cabuk Rambak memakai wijen yang di goreng bersama santan kelapa, cabai, bawang putih, kemiri, dan gula merah. Makanan ini di makan dengan Karak(sejenis kerupuk yang terbuat dari beras).

Tengkleng

Samping Gapura Pasar klewer – buka sejak pagi
Tengkleng merupakan makanan semacam gulai kambing tetapi kuahnya tidak memakai santan. Isi tengkleng adalah tulang-tulang kambing dengan sedikit daging yang menempel, bersama dengan sate usus, sate jeroan , dan otak.

Sate Kere

Warung Yu Rebi sebelah stadion Sriwedari
Sate Kere ini unik karena menu utamanya adalah sate Tempe Gembus, yaitu tempe yang terbuat dari ampas kedelai sisa pembuatan tahu, selain itu juga ada sate jeroan sapi seperti paru, limpa, hati, iso, torpedo, ginjal, babat. Sebelum di bakar bahan makanan direndam dalam bumbu khas. Sedangkan penyajiannya menggunakan bumbu kacang.

Gudeg Ceker

Gudeg Ceker Bu kusno Jl. wolter Mongunsidi Margoyudan – Buka jam 02.00 pagi
Ceker (Kaki ayam) ini adalah makanan pendamping yang dihidangkan bersama gudeg. Ceker di rebus bersama bumbu santan sehingga bisa lunak dan empuk. Dalam penyajiannya Gudeng ceker ini bersama dengan Sambal Goreng Krecek


[source]

Posting Komentar

Follow by Email