© Copyright 2014 Duta Glory Community | Irwan Wicaksono | 085728802936 Psikologi Dan Bisnis - All Rights Reserved - http://www.dni.co.id

Review Grand Theory Psikologi Sosial



Review Grand Theory Psikologi Sosial

Ilmu Sosial

Ilmu sosial merupakan ilmu yang kompleks dan multidimensial. Ilmu sosial mempelajari manusia dalam konteks individu maupun masyarakat. Kejadian masa lalu tidak mungkin dapat diulang secara presisi. Kajian ilmu sosial yaitu sosiologi, antrhopologi dan psikologi sosial.

Sosiologi lebih berfokus terhadap tingkah laku individu dalam konteks kelompok. Sedangkan anthropologi individu dalam konteks kebudayaan. Lain halnya dengan psikologi sosial, meskipun mengambil materi-materi dari ilmu sosial yang lain tetapi tetap mempunyai suatu ciri khas yaitu mempelajari individu sebagai suatu bagian dari masyarakat.

Dalam psikologi sosial fokusnya seperti penjelasan diatas adalah individu. Dan ini dibedakan menjadi dua level yaitu level independen dan level dependen. Contoh level independen adalah saat kita menikmati suatu musik atau pertunjukan. Jadi level independen adalah dimana kita berfokus pada aktifitas diri sendiri. Lain dengan dependen, contohnya adalah membandingkan nilai ujian kita dengan orang lain. Jadi pada level dependen kita lebih banyak membandingkan diri kita sendiri dengan orang lain. Dan manusia tanpa disadari lebih benyak berada pada level dependen daripada di level independen.



Psikologi Sosial

Psikologi sosial adalah cabang ilmu psikologi yang memelajari dampak sosial terhada tingkah laku individu, bagaimana kehadiran orang lain dapat mempengaruhi pikiran, perasaan dan tingkah laku individu.
Psikologi sosial mempelajari manusia secara individual ketika berinteraksi secara simbolik dengan lingkungan (Dewey & Huber, 1966). Psikologi sosial juga merupakan bidang ilmu yang mencari pengertian tentang hakekat dan sebab-sebab dari perilaku dan pikiran individu dalam situasi sosial (baron & byrne, 1994).



Teori Bagaimana Meramalkan Perilaku

Menggunakan teori nature dan nurture. Teori nature, menjelaskan bahwa perilaku digerakkan oleh faktor keturunan dalam bentuk instink biologis(Mc Dougal). Sedangkan teori nurture, menerangkan perilaku adalah hasil pengalaman individu selama hidup (Darwin).
Menurut William James, walaupun instink mempengaruhi perilaku tetapi penjelasan utama adalah masalah kebiasaan (pola perilaku yang diulamg-ulang sepanjang hidup individu).
Sedangkan menurut John Dewey, perirlaku terus menerus berubah atau diubah oleh lingkungan (termasuk orang lain).



Teori Umum Psikologi Sosial

Bagaimana kita dapat meramalkan perilaku seseorang dapat dilakukan dengan pendekatan, yaitu dengan pendekatan psikoanalisa dan pendekatan stimulus respon.
Menurut psikoanalisa penyebab perilaku adalah pengalaman masa lalu. Dan trait serta kondisi internal yang mempengaruhi perilaku individu.

Sedangkan teori stimulus respon menerangkan bahwa yang menjadi penyebab perilaku adalah situasional, atau saat ini. Serta kebiasaan yang mempengaruhi perubahan perilaku.



Perspektif utama memahami perilaku dalam konteks psikologi sosial

1.    Behavioral perspective

Fokus dari behavioral perspective adalah pada perilaku yang dapat diamati (observable) yaitu yang dikatakan (saying) dan dilakukan (doing). Perilaku adalah response, dan lingkungan adalah stimulus/rangsangan. Dalam behavioral perspective menggunakan pendekatan kotak hitam atal black box theory, yaitu response akan muncul karena rangsangan. Jadi dalam teori kotak hitam ini terlalu mengabaikan proses mental. Teori-teori lain yang mungkin dapat diguanakan antara lain teori pembelajaran sosial (social leraning theory) dan teori pertukaran sosial (social exchange theory).

2.    Cognitive perspective

Menurut cognitive perspectve perilaku muncul karena ada pemrosesan informasi pada kognisi individu. Perilaku yang muncul dipengaruhi oleh  fakrotor internal (proses mental) individu, dan faktor eksternal akan berpengaruh jika individu merasa membutuhkan. Perilaku berkembang sesuai dengan perkembangan kognitif individu. Cognitive perspective banyak dipengaruhi oleh teori gestalt dan teori medan (field theory).

3.    Structural perspective

Menggunakan role theory tau teori peran. Memahami perilaku dengan mengetahui peran sosial individu. Sehingga hubungan sebab akibat dapat lebih mudah diketahui. Contoh, misalkan seorang ayah berkerja keras untuk membiayai sekolah anaknya. Ayah berkerja keras menjadi akibat dar keharusan membayar sekolah anak yang menjadi sebab. Maka perilaku dapat dipahami dari sebuah peran sosial dari individu, atau fungsi situasionalnya. Perilaku yang muncul merupakan peran yang diharapkan.

4.    Interacionist pespective

Individu berperan sebagi agen yang aktif dalam menentukan perilakunya sendiri. Interactionist persective berfokus pada perilaku sosial yang dapat diamati (overt behavior) dan yang tidak dapat diamati secara langsung(Covert behavior).


Poskan Komentar

Follow by Email